Selasa, 30 Juni 2015

Mengenal Sejarah Traditional Chinese Medicine (TCM).



Pengobatan Tradisional China (TCM) dan sejarah makanan di China sangat erat kaitannya. Secara tradisional, masyarakat China menghubungkan konsumsi makanan tertentu untuk fungsi tubuh tertentu. Budaya dan filosofi China menyatakan bahwa fungsi tubuh, makanan yang dikonsumsi seseorang, dan bagaimana penyakit diobati berkaitan erat dengan lingkungan seseorang.


“suatu seni penyembuhan yang telah dikenal lebih dari 3.000 tahun yang lalu”.

Seorang tabib yang mempraktekkan TCM mencari tanda-tanda ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan dalam lingkungan internal dan eksternal pasien untuk memahami, merawat, dan diharapkan dapat mencegah penyakit. Bentuk pelayanan kesehatan ini telah berkembang selama ribuan tahun, berakar kuat pada sistem kepercayaan kuno, termasuk konsep-konsep spiritual tradisional.  
 
Pengobatan tradisional Cina tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian.  

TCM berbeda dengan pengobatan klasik China. Hal ini berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa China. Pemerintah nasionalis, pada masanya, menolak dan mencabut perlindungan hukum pada pengobatan klasiknya karena mereka tidak menginginkan China tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan yang ilmiah. Selama 30 tahun, pengobatan klasik dilarang di China dan beberapa orang dituntut oleh pemerintah karena melakukan pengobatan klasik.  

Pada tahun 1960-an, Mao Zedong pada akhirnya memutuskan bahwa pemerintah tidak dapat melarang pengobatan klasik. Ia memerintahkan 10 dokter terbaik untuk menyelidiki pengobatan klasik serta membuat sebuah bentuk standar aplikasi dari pengobatan klasik tersebut. Standarisasi itu menghasilkan TCM.  

Hingga saat ini praktek TCM masih menjadi andalan sistem pengobatan masyarakat China, bersama dengan praktek kedokteran modern Barat. Sebelum abad ke-19, dokter China dan Barat sama sekali tidak mengetahui tentang bakteri penyebab infeksi.  

Praktisi medis Barat dan China kemudian bergantung terutama pada pengamatan dan pengalaman untuk melawan invasi bakteri yang berbahaya; pemahaman tentang “teori kuman” baru dimungkinkan setelah abad ke-20. Di abad ke-21, ahli TCM telah mencapai hasil yang terpercaya dalam memerangi efek kemoterapi pada pasien kanker, pecandu narkoba, dan pengobatan kondisi kronis, seperti diabetes dan penyakit ginjal tertentu serta memberantas malaria dengan tanaman Artemisia.  

Praktisi TCM terus menempa keahlian mereka, dalam hubungannya dengan praktek kedokteran Barat. Wacana ini dipublikasikan dalam laporan Victoria / Australia yang menyatakan, “Lulusan TCM mampu mendiagnosis penyakit dalam istilah kedokteran Barat, meresepkan obat-obatan Barat, dan melakukan prosedur pembedahan kecil. Akibatnya, mereka membuka praktek TCM sebagai suatu keahlian dalam spektrum pengobatan  kesehatan China dengan kerangka yang lebih luas.” 
Namun, prinsip dasar seni penyembuhan ini didasarkan pada beberapa aliran filsafat.   

Akar Filosofi Pengobatan Cina. 
Filosofi pengobatan semacam itu berdasarkan teori Yin dan Yang, lima elemen (Wu Xing), delapan prinsip, sistem meridian tubuh manusia (Jing-Luo), teori Zang Fu (teori yang menguraikan tentang fungsi fisiologis dan perubahan patologis dari organ dalam dengan fokus utama pada fungsi fisiologis organ dan jaringan somatik), dan sistem meridian tubuh.  

TCM berakar pada Taoisme, Buddha, dan Neo-Konfusianisme. Pelajar China dari segala macam bidang selama 3.000 tahun terakhir (dari 1200 SM sampai sekarang) telah fokus pada hukum alam semesta yang nampak dan bagaimana mereka mengimplikasikan posisi manusia dalam alam semesta. Sastra klasik China seperti I Ching dan Spiritual Tao, dan beberapa sastra lain, menghubungkan prinsip-prinsip alam semesta dengan kesehatan dan penyembuhan.  

Salah satu pertimbangan utama adalah : manusia merupakan bagian dari alam semesta dan tidak dapat dipisahkan dari proses perubahan alam semesta; keseimbangan dan kesehatan yang optimal merupakan hasil dari interaksi harmonis antara kejadian alam semesta dan perubahan selanjutnya, segala sesuatu di alam semesta ini pada akhirnya saling berhubungan. 

Mengingat hal tersebut, tidak perlu susah payah membayangkan jika tubuh manusia merupakan perwujudan dari alam semesta kecil, dengan satu sistem interkoneksi yang utuh, lengkap, dan canggih. Dengan demikian, ahli TCM akan selalu menggunakan pendekatan holistik dan cermat untuk menghindari kerugian pasien.  

Perusahaan farmasi Barat mulai mengakui nilai TCM dan merekrut tim ilmuwan untuk melakukan studi double blind (suatu studi dimana peneliti maupun objek penelitian sama-sama tidak mengetahui obat mana yang digunakan) yang mahal di beberapa belahan dunia untuk mengumpulkan beragam jenis tumbuhan obat dan pengetahuan dari praktisi tradisional China. 

Perusahaan farmasi sangat menyadari bahwa senyawa yang paling banyak digunakan dalam pengobatan modern berasal dari tanaman, atau dalam beberapa kasus, berasal dari binatang.

Praktik TCM.
Teknik pengobatan TCM dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya adalah dengan metode pengobatan herbal. akupunktur, moksibasi, auriculotherapy dan cupping.
 
1. Metode pengobatan herbal adalah metode pengobatan yang menggunakan tumbuhan-tumbuhan tertentu sebagai sarana utamanya.



2. Akupunktur adalah teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh. Menurut ajaran ilmu akupunktur, ini akan memulihkan kesehatan dan kebugaran, dan khususnya sangat baik untuk mengobati rasa sakit. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini distandardisasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Akupunktur berasal dari Tiongkok dan pada umumnya dikaitkan dengan Obat-obatan Tradisional Tiongkok. Bermacam-macam jenis akupuntur (Jepang, Korea, dan Tiongkok klasik) dipraktekkan dan diajarkan di seluruh dunia.



Dengan perkembangan teknologi terbaru telah diciptakan alat terapi akupunktur modern bernama Aculife. Aculife merupakan alat deteksi dan terapi kesehatan yang mencakup deteksi dan terapi elektrik dan magnetik (terapi elektro magnetik) yang bersandarkan pada teori pengobatan akupunktur China kuno. Sebagai keunggulannya, aculife adalah alat kesehatan yang dapat melakukan pendeteksian penyakit (general check up) dan gangguan kesehatan, yang sekaligus juga bisa melakukan terapi penyembuhan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan.

 

3. Teknik moksibasi adalah penyembuhan penyakit dengan sistem penghangatan atau pembakaran dengan moxawool (bahan moksa, seperti bahan wol) agar memproduksi panas pada titik-titik akupunktur atau tempat tertentu pada tubuh pasien. Moxawool dibuat dari daun-daun artemisia vulgaris (daun moksa) yang kering dan digiling (digilas) menjadi serbuk halus.




4. Auriculotherapy atau akupunktur telinga adalah terapi pengobatan alternatif yang didasarkan pada gagasan bahwa telinga merupakan microsystem seluruh tubuh yang direpresentasikan oleh daun telinga, bagian luar telinga. Penyakit dari seluruh tubuh diasumsikan dapat diobati oleh stimulasi dari permukaan telinga secara eksklusif.



5. Cupping adalah teknik pengobatan yang dikenal di Indonesia dengan nama bekam, yakni teknik pengobatan metode yang menggunakan tekanan udara dengan menciptakan ruang kedap udara dekat kulit pasien pada titik akupuntur tertentu. Metode ini sangat mirip dengan pengobatan tradisional di Asia Tenggara yang dilakukan dengan mengerik kulit dengan uang logam atau benda lain dengan tujuan membuka penyumbatan. Terapi ini digunakan untuk melegakan “penyumbatan” dalam bidang TCM, dan digunakan dalam perawatan penyakit pernapasan.


 

Obat dalam TCM.
Pengobatan tradisional dipercaya sangat efektif, dan kadang-kadang dapat berfungsi sebagai obat paliatif (sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengan cara meringankan nyeri dan penderitaan lain) ketika kedokteran Barat tidak mampu menangani lagi, seperti pengobatan rutin pada kasus flu dan alergi, serta menangani pencegahan keracunan.

Karena dikerjakan atas dasar prinsip tradisional, maka bahan-bahan yang digunakan TCM dalam proses pengobatannya juga berasal dari hal-hal yang bersifat alami, dan secara langsung berasal dari alam. Semakin tinggi kadar kealamiannya, maka semakin tinggi pula nilai bahan tersebut, baik dari sisi harga maupun daya sembuh.

Ada dua sumber bahan obat yang digunakan dalam TCM, yakni yang berasal dari hewan dan yang berasal dari tumbuhan. Yang berasal dari hewan di antaranya adalah: minyak ular (untuk mengurangi nyeri sendi); penis dan mata harimau (untuk meningkatkan vitalitas dan mengobati impotensi); cula badak (untuk mendinginkan darah); sirip ikan hiu (untuk peremajaan kulit, mengobati kanker, untuk ginjal, dan penyakit yang menyerang paru-paru);  dan kuda laut (untuk menyembuhkan asma, impotensi, gangguan tiroid, jantung, dan penyakit kulit.

Sementara bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan atau herbal, sebagian besarnya masih mengandalkan ginseng sebagai bahan pengobatan yang paling terkenal dari Timur. Bahan-bahan lainnya tidak teridentifikasi secara umum karena sebagian praktisi TCM merahasiakan hal tersebut untuk menjaga originalitas dan eksklusivitas bahan.

Antara Pengobatan Modern dan Pengobatan Tradisional Cina.
Di China modern, kepercayaan terhadap TCM sangat kuat, meskipun seseorang lebih menyukai berkonsultasi dengan dokter Barat jika patah kaki atau usus buntu pecah, namun kemudian dilanjutkan dengan latihan China tradisional untuk meningkatkan kesehatan, meminum ramuan tradisional China, dan mengonsumsi makanan China yang tepat untuk tetap sehat setelah krisis telah berlalu.

Hal ini juga perlu diperhatikan bahwa setidaknya di kota-kota besar di China, seorang praktisi TCM modern akan merujuk pasiennya ke fasilitas medis Barat jika sistem pasien terlalu “tidak seimbang” untuk diobati melalui pengobatan tradisional China. 

Seperti kutipan peribahasa China, “Sebuah obat populer yang belum dicoba sering membuat histeris dokter ilmiah. Dokter yang tidak perhatian tidak lebih baik dari seorang pembunuh. Dokter tingkat rendah merawat penyakit yang sudah timbul, dokter tingkat medium merawat penyakit yang akan datang, sedang dokter yang unggul dapat mencegah datangnya penyakit.”  

Seharusnya kita merasa beruntung memiliki dokter yang unggul dalam hal pencegahan penyakit daripada mengobati setelah menderita penyakit.



Semoga Bermanfaat
Together We Share