Breaking

Senin, 08 Juli 2013

LIFE STYLE RELATED DISEASE


Life Style Related Disease merupakan suatu istilah yang merujuk kepada sekumpulan penyakit yang berhubungan dengan cara hidup yang salah. Hal ini dapat dicontohkan antara lain serangan jantung, stroke, gagal ginjal, penyakit pembuluh darah, asma menahun, diabetes, darah tinggi dll. Penyakit – penyakit ini dapat mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan apabila tidak mendapatkan perawatan yang  benar, serta besar kemungkinan untuk kontrol ke dokter  terus menerus sepanjang hidupnya.
Penyakit  yang berkaitan dengan Life Style Related Disease ini dapat terjadi melalui beberapa tahapan/tingkatan.
1. “Westernized Life Style”, yaitu cara hidup yang ditandai dengan mengkonsumsi makanan yang terutama banyak mengandung banyak lemak tinggi, kolesterol tinggi, makanan cepat saji, makanan dengan pengawet, makanan dengan perasa buatan dan 
2. Sedentary Living, cara hidup yang ditandai dengan sedikit  melakukan gerakan fisik. Misal pergi  ke tempat kerja dengan kendaraaan bermotor, naik gedung bertingkat dengan menggunakan lift, kerja di belakang meja atau banyak duduk, kegiatan dirumah di dominasi membaca, komputer, game dan televise dengan perlengkapan remote control. Demikian pula penggunaan  telepon genggam, tidak ada kegiatan olah raga rutin dll. Akibat dari “Westernized Life Style” ini adalah kegemukan atau biasa dikenal dengan obesitas, yaitu menumpuknya jaringan lemak tubuh melebihi 20% dari berat badan. Obesitas dapat menimbulkan banyak dampak negative pada kesehatan, antara lain timbulnya gejala – gejala penyakit kencing manis, darah tinggi, kanker, batu empedu, penyakit sendi, asam urat, penyumbatan pembuluh darah di jantung dan otak, sleep apneu (gangguan nafas waktu tidur), NASH (pelemakan hati), stroke, ginjal, nyeri dada (angina), jantung berdebar-debar/denyut jantung cepat (palpitasi) . Berbagai gejala penyakit tersebut memerlukan penanganan yang seksama dan kontinyu serta biaya yang tidak sedikit agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut yang akan berdampak pada kegiatan sehari-hari.
3. Tahapan berikutnya disebut Metabolite Syndrome, obesitas yang disertai oleh dua atau lebih keadaan sebagai berikut :
        - Kadar serum trigliserida > 150 mg %.
        - Kadar HDL kolesterol  < 40 mg %.
        - Kadar gula puasa > 100 mg %.
        - Tekanan darah > 130/85 mmHg.
Pada keadaan ini, jika tidak segera mendapat penanganan yang benar maka akan jatuh pada tahapan berikutnya yang berupa “Acut Coronary Syndrome” (serangan jantung), stroke (gangguan pembuluh darah otak, baik berupa penyumbatan atau pecah pembuluh darah), gagal ginjal, komplikasi diabetes mellitus, serangan jantung (myocardial infarction), gangguan lemahnya dan melebarnya otot jantung (Cardiomyopathy), jantung coroner, impotensi (erectile dysfunction), penyakit paru kronis yang dicirikan oleh kerusakan pada jaringan paru, sehingga paru kehilangan keelastisannya (emfisema), suatu penyakit dimana syaraf-syaraf dari sistim syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang atau spinal cord) memburuk atau degenerasi (Multiple Sclerosis).

GAYA HIDUP SEHAT 
  • Berpikir Positif.
Kondisi terbaik adalah hari ini, bukan kemarin atau esok.
  • Hindari Ketergantungan Terhadap Obat Kimia, kecuali dalam keadaan terdesak.
Obat kimia  bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila   tidak akan menjadi racun yang berbahaya, bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama, efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah, dalam jangka panjang bisa melemahkan sistem imun tubuh kita.
  • Hindari Rokok, Apapun Alasannya.
  • Makanlah Aneka Ragam Makanan / 4(Empat) Sehat 5 (Lima) Sempurna.
Makan yang beraneka ragam akan saling melengkapi kekurangan zat gizi dari berbagai makanan, yang menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
  • Makanlah Makanan Untuk Memenuhi Kecukupan Energi.
Setiap orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung sumber zat tenaga atau energi, dimana kecukupan energi bagi seseorang ditandai dengan berat badan yang normal.
  • Makanlah Makanan Sumber Karbohidrat, Setengah Dari Kebutuhan Energi.
Makanan sumber karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam hidangan di Indonesia seperti nasi, jagung, ubi atau sagu. Energi yang berasal dari makanan digunakan untuk aktivitas di dalam tubuh dan aktivitas di luar tubuh . Aktivitas dalam tubuh misalnya kerja jantung, proses metabolisme sel, proses pencernaan dan sebagainya. Sedangkan aktivitas di luar tubuh seperti jalan, bekerja dan sebagainya.
  • Batasi Konsumsi Lemak Dan Minyak.
Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu mengkonsumsi lemak atau minyak perlu dibatasi 1/4 dari kecukupan energi atau jika dalam bentuk minyak antara 2 - 4 sendok makan sehari. Dalam hidangan sehari-hari, cukup makan 2 - 4 jenis makanan yang berminyak atau berlemak (Depkes,1995).
  • Gunakan Garam Beryodium Atau Gunakan Garam Lasosa.
Garam beryodium adalah garam natrium yang diperkaya dengan kalium yodida, sebanyak 30-80 ppm. Setiap keluarga dianjurkan untuk menggunakan garam beryodium untuk memasak/mengolah makanan agar tidak terjadi Gangguan  Akibat Kurang Yodium (GAKY).
  • Makanlah Makanan Sumber Zat Besi.
Zat besi / Fe adalah salah satu unsur penting untuk membentuk hemoglobin (Hb) atau sel darah merah. Kurang zat besi dapat menyebabkan anemia. Sumber zat besi yang baik berasal dari makanan hewani (heme-iron) dibandingkan dari makanan nabati (nonheme-iron).
  • Berikan ASI Saja Pada Bayi Sampai Umur 4 Bulan.
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, karena kandungan zat gizinya lengkap, mengandung zat kekebalan dan memberikan ASI akan mempererat jalinan kasih saying ibu dan bayinya.
  • Biasakan Makan Pagi.
Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat karena memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja.
  • Minumlah Air Bersih, Aman Yang Cukup Jumlahnya.
Air minum harus bersih dan bebas kuman dengan cara mendidihkan atau diproses dengan alat (air minum dalam kemasan). Fungsi air minum dalah tubuh adalah untuk melancarkan transportasi zat gizi, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dan mengeluarkan sisa metabolisme. Dianjurkan minum sekurang-kurangnya 2 liter atau 8 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi dan menurunkan risiko penyakit ginjal.
  • Lakukan Kegiatan Fisik Dan Olahraga Secara Teratur.
Kegiatan fisik dan olahraga (setiap hari jalan kaki) sangat dianjurkan untuk meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
  • Hindari Minum Minuman Beralkohol Dan Minuman Berenergi.
Alkohol dan minuman berenergi hanya mengandung energi, tanpa mengandung zat gizi lain. Kebiasaan minum alkohol dan minum minuman berenergi dapat mengakibatkan kurang gizi, penyakit gangguan hati, kerusakan saraf otak dan jaringan serta menyebabkan kecanduan.
  • Makanlah Makanan Yang Aman Bagi Kesehatan, hindari makanan dengan bahan pengawet, perasa buatan dan makanan cepat saji.
Makanan yang aman adalah makanan bebas dari kuman dan bahan kimia berbahaya.
  • Konsumsi Suplemen/Nutrisi Tambahan Bagi Tubuh Anda. Organ tubuh membutuhkan suplemen untuk proses detoksifikasi dan regenerasi organ.
  • Cek Kesehatan Minimal 3 Bulan Sekali, minimal cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan tekanan darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar